Bangkitkan Semangat Citra Diri Positif Melalui MARS PPNI, listen guys!

satukan hati Persatuan Perawat Nasional Indonesia dengan semangat jiwa pancasila!

ayo bangkitkan citra diri positif menjadi perawat profesional demi tercapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi warga negara Indonesia sebagai bukti mendukung pembangunan kesehatan bangsa.

Buktikan bahwa perawat Indonesia mampu angkat citranya dimata dan hati insan dunia 🙂

Advertisements

Self Image of Nursing in Social Media

Perkembangan teknologi dan media massa pada saat ini sudah semakin pesat dan sangat menyoroti dunia kesehatan terutama keperawatan. Hal ini ditandai dengan banyak berita dan hal-hal yang berkaitan dengan perawat. Semua informasi tersebut di publish dalam berbagai bentuk seperti media cetak, lakon dalam sebuah film ataupun dokumenter, dan media elektronik lainnya. Materi dan aspek yang ditampilkan sangat beragam, mulai dari keberhasilan seorang perawat sampai pada masalah dan citra buruk dari perawat. Jadi, tidak heran jika hal ini berdampak pada perawat itu sendiri, keperawatan, dan persepsi masyarakat.

Kemudian, diperkuat dengan banyaknya masyarakat yang mulai menyoroti kinerja tenaga-tenaga kesehatan dan mengkritisi berbagai aspek yang terdapat dalam pelayanan kesehatan melalui media massa. Selain itu, kini pengetahuan masyarakat semakin meningkat sehingga berpengaruh terhadap meningkatnya tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, citra seorang perawat kini menjadi sorotan. Hal ini merupakan tantangan bagi profesi keperawatan dalam mengembangkan profesionalisme selama memberikan pelayanan agar citra perawat senantiasa baik di mata masyarakat.

Dalam menyelesaikan permasalahan citra perawat yang ada di masyarakat saat ini, organisasi keperawatan seperti Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mulai melakukan tindakan dengan melakukan uji kompetensi keperawatan sehingga bisa sesuai dengan standar profesi perawat sebelum perawat tersebut melakukan praktek ke masyarakat. Dengan adanya tindakan tersebut, masyarakat akan merasa nyaman terhadap pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh seorang perawat.

   Selain itu, agar dapat menambah pengetahuan dan keahlian perawat, PPNI berusaha bekerjasam dengan institusi-institusi untuk menyelenggarakan seminar bagi perawat. Mahasiswa, dosen dan profesi keperawatan pun turut serta mendukung perubahan ini dengan mengangkat citra diri perawat sebagai kaum yang dihargai dan layak diberikan penghargaan atas kinerjanya.

Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh mahasiswa keperawatan untuk meningkatkan citra baiknya di media massa antara lain:
1. Memiliki akun sebagai freewriter atau jika memungkinkan penulis profesional di manapun medianya.
   Di zaman yang serba modern ini, harus bisa memanfaatkan teknologi yang telah maju. Karena dengan memiliki akun tersebut bisa menjadi sarana untuk berekspresi dan berkarya sehingga dapat memperbaiki citra perawat. Apabila banyak informasi-informasi yang dimuat di media dan berasal dari keperawatan maka tidak menutup kemungkinan dapat memperbaiki citra diri perawat. Informasi-informasi yang dimuat pun dapat berupa prestasi-prestasi yang membanggakan dan merupakan fakta yang valid. Sehingga secara tidak langsung pandangan masyarkat pun bisa beralih ke arah citra perawat yang positif.

2. Belajar dengan tekun dan berusaha berprestasi.

Mengalihkan pandangan masyarakat terhadap citra diri perawat negatif yang telah melekat itu tidak mudah. Oleh karena itu, secara perlahan-lahan harus di awali dari mulai hal yang kecil terlebih dahulu seperti belajar dengan tekun. Nah, bonus dari usaha belajarnya itu adalah sebuah prestasi. Apabila seorang perawat telah memliki prestasi yang baik maka perawat tersebut akan dikenal oleh masyarakat umum. Selama ini, keperawatan dipandang kurang berprestasi dalam bidang seni maupun olahraga. Karena masyarakat awam beranggapan bahwa perawat hanya lebih aktif pada bidang akademis dan laboratorium praktik. Dengan banyaknya mahasiswa keperawatan yang berprestasi di segala bidang termasuk seni dan olahraga, maka hal tersebut akan koheren dengan meningkatnya citra baik perawat di masyarakat, apalagi jika dimuat di media massa.
3. Evaluasi diri dan senantiasa memperbaiki dan meningkatkan kapasitas diri.
Hukum fisika mengatakan kekuatan sebuah rantai, berikut ini:
Jika ada 10 mata rantai dan masing-masing rantai berkekuatan 10N, 9N, 8N, 7N, 6N, 5N, 4N, 3N, 2N, dan 1N, Berapakah kekuatan rantai tersebut?
Maka jawabannya adalah 1N, yaitu kekuatan mata rantai terkecil yang merupakan kekuatan untaian mata rantai keseluruhan.
Pada kasus tersebut bisa dihubungkan dengan kasus di dunia keperawatan seperti yang kalian tahu saat ini ada banyak perawat yang memiliki kompetensi dengan pelayanan yang profesional, biasa maupun buruk. Dengan adanya pelayanan yang buruk, maka bisa berakibat buruk pula pada keseluruhan yang berkaitan dengan citra diri perawat di kalangan masyarakat umum. Oleh karena itu, mari bersama-sama dari kaum yang terdidik dan intelektual harus bekerjasama serta berusaha untuk menjadi perawat yang profesional sehingga dapat memperbaiki citra yang negatif.

Referensi :

Mik, Hantiantoro. (2012, September 23). Citra Perawat di Media Massa. Retrieved Desember 7, 2014, from Kompasiana: kesehatan.kompasiana.com/alternatif/2012/09/22/perawat-di-mata-media-489180.html

Putra, Mepsa. (2012, Agustus). Citra Perawat di Media Massa. hal 1-10.

Pencitraan Diri Perawat

Citra diri perawat merupakan suatu cara pandang kita terhadap penggambaran karakteristik pribadi seorang perawat.

Seorang perawat itu harus memiliki citra diri perawat yang positif, karena bisa mempengaruhi perilaku diri sendiri dan perilaku orang lain. Citra diri perawat yang positif dapat mempengaruhi:
1. Cara Berpikir dan Berbicara seseorang.
2. Cara Individu melihat dunia luar.
3. Individu dalam memperlakukan orang lain.
4. Pilihan seseorang.
5. Kemampuan individu untuk menerima atau memberikan kasih sayang.
6. Kemampuan individu untuk melakukan sesuatu.
Apabila seorang perawat mampu menumbuhkan citra diri positif, berarti perawat tersebut telah menemukan pintu kesuksesan yang akan mengantarkannya menuju masa depan yang cerah.
Citra diri perawat positif itu dapat dibangun dengan cara:
1. Percaya diri.

2. Cerdas secara finansial dan kreatif.

3. Berpenampilan yang rapih dan menarik.

4. Disiplin waktu.

5. Humanism.

6. Holism.

7. Care.

Mulai dari sekarang kita harus berani katakan “TIDAK” pada citra diri negatif dengan cara mengembangkan citra diri positif menjadi perawat professional dan sebisa mungkin menghindari segala hal yg berhubungan dengan citra diri negatif agar terciptanya masa depan yang lebih berwarna dalam dunia perawat.

Referensi : Yosep,Iyus dan Ai Mardhiyah. 2010. Spirit & Soft Skill of NURSING ENTREPRENEUR. Bandung: PT Refika aditama

Apa sih citra diri (self image) itu?

Citra diri itu merupakan penggambaran tentang kondisi diri dari hasil akumulasi gambaran yang kita ciptakan dan telah terpatri di dalam otak bawah sadar kita. Citra diri memiliki hubungan yang sangat erat dengan self-esteem atau seberapa tinggi kita menghargai, menilai, dan menghormati diri kita sendiri. Jika kita mampu mengontrol diri kita dan sadar tentang segala kelebihan yang kita miliki maka akan tumbuhlah sebuah citra diri positif. Citra diri positif ini bisa membantu kita untuk lebih percaya diri dan lebih menghargai diri kita sendiri.
Apabila kita salah mengambil suatu tindakan atau salah dalam mengartikan citra diri kita, tidak menutup kemungkinan bahwa kita akan terjebak dalam citra diri yang negatif. Citra diri yang negatif bisa menjadikan sebuah ancaman yang besar bagi diri kita, karena bisa menurunkan semangat percaya diri, rasa malas, dan malu. Hal itu bisa menjadi faktor penghambat kesuksesan kita di masa depan.
Ariwibowo Prijosaksono dan Marlan Mardianto dalam bukunya Self Management: 12 Langkah Manajemen Diri memberikan lima konsep yang dapat membangun citra diri yang kuat.
– Menyadari dan mengetahui tentang keunikan kita.
– Yakin bahwa kita bisa melakukan hal yang ingin kita lakukan.
– Kita memiliki kekuatan memilih pemikiran yang tidak terbatas.
– Memiliki kesadaran bahwa bumi ini sangat kaya, dan ada banyak peluang yang bisa kita manfaatkan apabila kita mau membuka pikiran.
– Percaya bahwa hidup itu menyenangkan dan memberikan hasil.

Referensi: Prihadhi, Endra.K. 2012. Breaking Your Mental Block: Elex Media Komputindo